ETIKA SOKRATES
Dalam etikanya, Sokrates berusaha mencari yang baik, kebajikan (arete) dan kebahagiaan (=eudaimonia) dengan menggunakan metode maieutisnya. Yang baik menurutnya bukanlah kebaikan yang relatif, tapi yang mendasar (=agatho). Yang baik bukan pula yang berguna, bukan yang menyenangkan nafsu dan bukan pula kekuasaan. Tetapi orang-orang yang sungguh tahu (arete) bahwa ia adalah manusia. Orang yang demikian ini akan bertindak terhadap sesamanya sebagai manusia sejauh ia mampu. Dan untuk mencapai kebaikan ini dibutuhkan pengendalian diri sendri(eukratia). Dengan demikian kebaikan dan kebahagiaan sesungguhnya terletak pada kebajikan:”seseorang yang berpengetahuan yang mendalam adalah bijaksana, yang bijaksana adalah baik”. Berpengetahuan yang dimaksud di sini erat hubungannya dengan kebajikan. Arete yaitu tahu dan mampu pada bidangnya masing-masing. Artinya tahu seluk-beluk bidang pekerjaannya, bisa mengerjakan dengan betulbetul mengerjakan. Jadi tidak hanya tahu secara ...